//
baca
Dunia Pendidikan, Hiburan

good? bad? who knows?

tumblr_lunna2m1VB1qfvq9bo1_r1_500Ada seorang raja yang begitu senang berburu. Suatu ketika saat berburu, jarinya terluka.Tabibnya yang tua merawat jari Raja itu. Raja, karena gelisah, bertanya, “bagaimana tabib, apakah jariku akan baik atau buruk?”. Tabibnya menjawab, “Good? Bad? Who knows?” (“Baik? Buruk? Siapa yang tahu?”)

Beberapa hari kemudian jari itu terinfeksi sehingga jadi bengkak. Raja kembali menemui tabibnya dengan panic, “Apa yang terjadi? Apa lukaku akan baik-baik saja?”. Tabibnya menjawab, “Good? Bad? Who knows?”.

Jelas ucapan tabibnya tidak membuat raja terkesan sama sekali. Namun ia hanya bisa mempercayai tabibnya. Beberapa hari kemudian luka itu sudah begitu parah sehingga tabib harus memotong jarinya. Amputasi!

“Baik? Buruk? Aku tahu ini buruk!!!” Raja murka dan menjebloskan tabibnya ke penjara karena tidak bisa menyelamatkan jarinya. Setelah menjebloskannya Raja berseru kepada tabibnya dalam penjara, “Nah, sekarang bagaimana perasaanmu, ha?”. Tabib menukas, “Good? Bad? Who knows?”. Raja mendengus, “Dasar tabib sinting”.

Setelah luka di jarinya sembuh, raja kembali berburu, kali ini ia mengejar buruannya makin ke peloosok rimba, terpisah dari rombongan, ia ditangkap oleh suku penghuni rimba. Mereka menangkapnya untuk dikorbankan kepada dewa-dewa mereka. Bukan kepalang takutnya Raja kita ini. Akan tetapi pada saat ketika Raja nyaris dikorbankan, mereka melihat jari tangannya kurang satu. Kepala suku rimba itu berkata, “Kami tidak bisa mengorbankan kamu, kamu tidak sempurna untuk jadi korban”. Jadi mereka melepaskannya.

Ketika Raja berhasil pulang ke kerajaannya ia berpikir, “Wow! Betapa beruntungnya aku! Jika seluruh jariku lengkap, aku pasti sudah mati.” Lalu ia menemui tabib di penjara dan berkata, “Menakjubkan! Memang aku kehilangan jariku, tapi siapa yang tahu apakah ini baik atau buruk? Dan ini baik bagiku. Terimakasih banyak. Aku membebaskanmu dari penjara”.

Raja melanjutkan, “Aku menyesal telah berbuat buruk memenjara kamu”. Tabib itu menyeletuk, “Apa maksud paduka memenjarakan hamba adalah hal yang buruk? Justru bagus hamba masuk penjara! Karena kalau hamba tidak dipenjara, hamba akan ikut paduka berburu! Suku rimba akan menangkap hamba, dank arena jari hamba lengkap, hambalah yang akan dikorbankan”.

***

Makna kisah ini adalah … baik atau buruk siapa sih yang tahu? Anda tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Hal yang menakjubkan dari hidup adalah hidup ini begitu tidak pasti. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Namun terhadap semua hal yang terjadi dalam hidu, kita bisa memiliki hubungan yang baik terhadapnya., ramah, menerimanya. Kita tidak menyalahkan kehidupan, marah atau sedih pada hidup, karena …Good? bad? Who knows?

(Ajahn Brahm, Si Cacing dan kotoran kesayangannya 2!, 2011: 175-177)

About wayanbawa

just an ordinary gen..

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: